Fromyuni’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Perburuan Fosil Manusia Purba di Sangiran

Posted by fromyuni on June 19, 2008

http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/13/19102170/perburuan.fosil.manusia.purba.di.sangiran

SENIN (2/6) siang, Museum Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kedatangan tamu istimewa. Tiga polisi dan dua jaksa dari Sragen tiba-tiba bertandang ke sana. Kalau bukan terkait masalah fosil-fosil purba, lalu apa?

“Memang masih urusan fosil, tapi bukan soal temuan fosil dalam kaitan Sangiran sebagai sebuah pusat evolusi manusia terkemuka di dunia. Mereka datang untuk melengkapi berkas perkara terkait kasus perdagangan fosil yang berhasil diungkap pihak kepolisian,” kata Harry Widianto, ahli arkeologi/paleoantropologi, yang juga adalah Kepala Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran.

Kasus perdagangan fosil asal Sangiran yang melibatkan lelaki berinisial Sad alias Sbr itu sendiri sebetulnya terjadi pada pertengahan Oktober 2007. Sedikitnya tujuh fosil hewan vertebrata yang sedianya akan dibawa ke Malang, Jawa Timur, digagalkan polisi. Selain menahan Sbr-warga Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, yang memang dikenal luas sebagai tengkulak sekaligus “pedagang” fosil-polisi juga mengamankan dua tersangka lain.

Ketujuh fosil hewan purba dimaksud terdiri atas dua rahang atas dan satu rahang bawah gajah (Elephas sp), rahang atas kerbau (Bubalus paleokarabau), kepala banteng (Bo bibos paleosondaicus), rahang atas kuda nil (Hippopotamus sp), serta satu rahang bawah buaya (Crocodillus sp). Semua asli meski benda cagar budaya tersebut telah dimodifikasi dan direkonstruksi dengan bahan semen. Setelah lebih dari setengah tahun hanya berstatus tersangka, pada Juni 2008 Sad alias Sbr akhirnya ditahan pihak kepolisian.

Bukan hal baru

Kasus jual beli fosil hasil penemuan dan atau perburuan secara ilegal di situs arkeologi prasejarah yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO tersebut sebetulnya bukan hal baru. Cukup banyak kasus yang sudah mencuat ke permukaan. Hanya saja, semua kasus berakhir tanpa kejelasan, apalagi sampai di pengadilan.

Kasus paling menghebohkan tentu saja terkait temuan fosil tengkorak manusia purba oleh Sugimin, penduduk Desa Grogolan, Kecamatan Plupuh, Sragen. Setelah beberapa kali pindah tangan, fosil ini sampai ke tangan Donald E Tyler dengan transaksi senilai Rp 3,8 juta.

Namun, dalam suatu jumpa pers di Yogyakarta, ahli antropologi ragawi dari Universitas Idaho, AS, itu malah mengklaim fosil tengkorak manusia purba itu merupakan temuannya dalam suatu penelitian di Sangiran. Belakangan, semua omong kosong Tyler terbongkar. Tyler justru membelinya dari Sad alias Sbr, salah satu tengkulak dalam rantai perdagangan fosil Sangiran, yang kini ditahan polisi untuk kasus berbeda.

Kasus lain berderet, tetapi tak satu pun yang berakhir di meja pengadilan. Sementara di sisi lain, perburuan atas fosil-fosil purba yang melibatkan penduduk di kawasan ini terus berlangsung.

Modus perburuan fosil Sangiran sebetulnya sederhana. Dibelit oleh kemiskinan, warga yang tinggal di lahan-lahan kering dan tandus itu mendatangi sisi-sisi bukit yang diperkirakan mengandung fosil.

Perburuan terutama dilakukan pada musim hujan. Jika hujan turun, lapisan tanah di sisi-sisi bukit di kawasan Sangiran sangat rentan erosi sehingga fosil-fosil yang ada kerap tersingkap. Pekerjaan berikutnya hanya tinggal menggali untuk menemukan kemungkinan ada fosil lain.

Penduduk yang tinggal di kawasan situs seluas 56 kilometer persegi tersebut umumnya tahu persis lokasi mana saja yang berpotensi mengandung fosil. Mereka juga tahu ciri-ciri umum tanah yang diperkirakan menyimpan fosil atau artefak dari masa 1,5 juta hingga 700.000 tahun lampau tersebut. Tanah yang dicurigai mengandung fosil dideteksi terlebih dahulu dengan linggis atau dengan menusukkan pipa besi yang berujung runcing.

“Kalau di lapisan tanah itu banyak ditemukan batu krakal dan batu-batu bulat, hampir bisa dipastikan di dalamnya ada fosil,” kata Asmorejo (62), satu di antara puluhan ”pemburu” fosil yang tinggal di Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh.

Memapas bukit

Sejak dua tahun terakhir muncul modus baru. Lahan milik penduduk yang berada di kawasan perbukitan disewa atau dibeli oleh “investor”. Dengan dalih untuk mengambil tanah dan pasirnya sebagai bahan bangunan, puluhan penduduk dipekerjakan untuk memapas bukit.

Namun, warga dan aparat pemerintahan desa di sana sebetulnya tahu ada tujuan lain di balik aktivitas tersebut. Pemapasan sisi-sisi tanah berbukit, terutama di wilayah Desa Manyarejo, juga dimaksudkan untuk mencari fosil yang terkandung di dalamnya.

Fosil-fosil hasil perburuan itu umumnya dijual kepada tengkulak yang berpusat di Desa Krikilan. Keberadaan kios-kios souvenir yang memajang “fosil” hasil kerajinan penduduk, sudah bukan rahasia lagi, juga menjadi semacam tempat transaksi fosil-fosil asli. Peminatnya tak hanya turis, para peneliti dan kalangan akademik pun memanfaatkan jasa mereka, seperti yang dilakukan Tyler.

Hasil penelusuran Bambang Sulistyanto, arkeolog dari Puslitbang Arkeologi Nasional yang tengah melakukan penelitian untuk disertasinya di Universitas Indonesia (UI), terlihat bahwa tengkulak adalah otak dari keseluruhan sistem transaksi fosil di Sangiran. Pelaku kedua adalah pemburu, dalam hal ini adalah orang yang ditugaskan tengkulak untuk berburu fosil.

Pemburu atau pencari fosil tersebut, bersama tengkulak, dalam praktiknya juga memprovokasi penduduk supaya ikut mencari fosil. Jika menemukan fosil, penduduk disuruh melaporkan kepada mereka.

Penyidikan yang dilakukan aparat keamanan, baik polisi maupun jaksa, atas kasus perdagangan fosil yang melibatkan salah satu pentolannya, Sad alias Sbr, seharusnya dijadikan titik berangkat untuk masuk lebih jauh. Sebab, Sad alias Sbr hanya satu di antara sekian banyak tengkulak yang berpusat di Desa Krikilan. (KUM/KEN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: